Selasa, 15 Desember 2009
Positif Thinking
Sekiranya seseorang amat gemar memandang keindahan, amat senang mendengar keindahan, niscaya hatinya akan terbebas dari perbuatan keji. Karena sesungguhnya keji itu buruk, sedangkan yang buruk itu tidak akan pernah bersatu dengan keindahan. Berbahagialah orang yang senang melihat kebaikan orang lain.
Tatkala menemui seseorang tidak baik kelakuannya, ia segera tahu bahwa manusia itu bukanlah malaikat. Di balik segala kekurangan yang dimilikinya pasti ada kebaikannya. Perhatikanlah kebaikannya itu sehingga akan tumbuh rasa kasih sayang di hati. Mendengar seseorang selalu berbicara buruk dan menyakitkan, segeralah berfikir positif. Siapa tahu sekarang ia berbicara buruk, namun besok lusa berubah menjadi berbicara baik. Karenanya, dengan mendengarkan kata-kata yang baik-baiknya saja, niscaya akan tumbuh rasa kasih sayang di hati.
Jalaluddin Rumi pernah berkata, Orang yang begitu senang dan nikmat melihat dan menyebut-nyebut kebaikan orang lain bagaikan hidup di sebuah taman yang indah. Ke sini anggrek, ke sana melati. Pokoknya kemana saja mata memandang yang nampak adalah bebungaan yang indah dan harum mewangi. Dimana mana yang terlihat hanya keindahan. Sebaliknya, orang yang gemar melihat aib dan kejelekkan orang lain, pikirannya hanya diselimuti dengan aneka keburukan sementara hatinya hanya dikepung dengan prasangka-prasangka buruk. Karenanya, kemana pun matanya melihat, yang tampak adalah ular, kalajengking, duri, dan sebagainya. Dimana saja ia berada senantiasa tidak akan pernah dapat menikmati indahnya hidup ini.
Read More..
Jumat, 18 September 2009
Temanku mati terbakar
Ketika itu, kami tiga sekawan. Yang mengumpulkan kami adalah kesamaan nafsu dan kesia-siaan. Oh tidak, kami berempat. Satunya lagi adalah setan.
Kami pergi berburu gadis-gadis. Mereka kami rayu dengan kata-kata manis, hinnga mereka takluk, lalu kami bawa ke sebuah taman yang jauh terpencil. Di sana, kami berubah menjadi serigala-serigala yang tak menaruh belas kasihan mendengar rintihan permohonan mereka, hati dan perasaan kami sudah mati.
Begitulah hari-hari kami di taman, di tenda, atau dalam mobil yang diparkir dipinggir pantai. Sampai suatu hari yang tak mungkin pernah saya melupakannya. Seperti biasa kami pergi ke taman. Seperti biasa pula, masing-masing kami menyantap satu mangsa gadis, ditemani minuman laknat. Satu hal kami lupa saat itu, makanan. Segera salah seorang dari kami bergegas membeli makanan dengan mengendarai mobilnya. Saat ia berangkat, jam menunjukkan pukul enam sore. Beberapa jam berlalu, tapi teman kami itu belum kembali. Pukul sepuluh malam, hatiku mulai tak enak dan gusar. Maka aku segera membawa mobil untuk mencarinya. Ditengah perjalanan, dikejauhan aku melihat jilatan api. Aku mencoba mendekat.
Astaghfirullah, aku hampir tak pecaya dengan yang kulihat. Ternyata api itu bersumber dari mobil temanku yang terbalik dan terbakar. Aku panik seperti orang gila. Aku segera mengeluarkan tubuh temanku dari mobilnya yang masih menyala. Aku ngeri tatkala melihat separuh tubuhnya masak terpanggang api. Kubopong tubuhnya lalu kuletakkan di tanah.
Sejenak kemudian, dia berusaha membuka kedua belah matanya, ia berbisik lirih: “Api… api… !”
Aku memutuskan untuk segera membawanya kerumah sakit dengan mobilku. Tetapi dengan suara campur tangis, ia mencegah: “Tak ada gunanya … aku takkan sampai…!”
Air mataku tumpah, aku harus menyaksikan temanku meninggal di hadapanku. Ditengah kepanikanku, tiba-tiba ia berteriak lemah: “Apa yang mesti kukatakan pada-Nya? Apa yang mesti kukatakan pada-Nya?”
Aku memandanginya penuh keheranan. “Siapa?”, tanyaku. Dengan suara yang seakan berasal dari sumur yang amat dalam, dia menjawab: “Allah!”
Aku merinding ketakutan. Tubuh dan perasaanku terguncang keras. Tiba-tiba temanku itu menjerit, gemanya menyelusup ke setiap relung malam yang gelap gulita, lalu kudengar tarikan nafasnya yang terakhir. Innaalillaahi wa’innaa ilaihi raaji’uun.
Setelah itu hari-hari berlalu seperti sedia kala, tetapi bayangan temanku yang meninggal, jerit kesakitannya, api yang membakarnya, dan lolongannya “Apa yang mesti kukatakan pada-Nya? Apa yang mesti kukatakan pada-Nya?”, seakan terus membuntuti setiap gerak dan diamku.
Pada diriku aku bertanya: “Aku,… apa yang harus kukatakan pada-Nya?”
Air mataku menetes lalu sebuah getaran aneh menjalari jiwaku. Saat puncak perenungan itulah, sayup-sayup aku mendengar adzan shubuh menggema.
Aku merasa bahwa adzan itu hanya ditujukan pada diriku saja, mengajakku menyingkap fase kehidupanku yang kelam, mengajakku pada jalan cahaya dan hidayah. Aku segera bangkit, mandi dan wudhu, mensucikan tubuhku dari noda-noda kehinaan yang menenggelamkanku selama bertahun-tahun.
Sejak saat itu, aku tak pernah lagi meninggalkan sholat. Aku memuji Allah, yang tiada yang layak dipuji selain Dia. Aku telah menjadi manusia lain. Maha suci Allah yang mengubah berbagai keadaan. Dengan seizin Allah, aku telah menunaikan umrah. Insya Allah aku akan melaksanakan haji dalam waktu dekat, siapa yang tahu? Umur ada ditangan Allah.
Diambil dari buku : ukhti, apa yang menghalangimu untuk berhijab?
Read More..
Selasa, 07 Juli 2009
Assafinah Fun Trip
Pada hari pertama para peserta dijadwalkan kumpul pada jam 6 pagi. Namun kenyataannya banyak dari mereka yang baru datang pada jam 7 pagi. Biasalah anak Indonesia.. he..he.. Kegiatan ini tergolong unik karena berbeda dari kegiatan camping lainnya. Umumnya kegiatan semacam ini pastilah menyewa angkutan baik berupa truk ataupun mobil untuk menuju ke tempat tujuan. Namun tidak dengan assafinah fun trip. Kami berangkat naik kereta menuju malang setelah itu naik angkot sampai oper dua kali untuk mencapai tempat tujuan. Biaya yang dibutuhkan hanya Rp.20.000 untuk perjalanan pergi dan pulang.
Kejadian menarik terjadi saat kami tiba di stasiun. Megaphone yang dibawa salah satu peserta muqoyam berbunyi dengan nyaringnya. Otomatis kami menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada distasiun, ditambah lagi barang bawaan kami yang beraneka ragam mulai dari kompor sampai dengan bola. Sialnya megaphonenya berbunyi beberapa kali entah karena tertekan atau apa, yang pasti kami terus-terusan menjadi pusat perhatian. Sayapun menjauh dari rombongan dan pura-pura tidak kenal dengan mereka karena merasa malu karena tingkah para peserta yang terlihat ndeso, kampungan dan katrok itu.he..he..
Setelah tiba dimalang kamipun segera mencari angkot untuk segera menuju tempat perkemahan. Setelah naik sampai oper dua kali, akhirnya tibalah disuatu daerah yang bernama selorejo. Tempat perkemahan yang kami tuju masih jauh dari tempat kami berdiri saat itu sehingga kami harus berjalan karena tidak ada angkutan yang menuju kesana. Sebelum berangkat kami sholat dhuhur dulu dimushola dekat situ dan makan diwarung yang berada tepat disamping mushola. Maklum karena dari pagi saya belum makan, entah dengan teman-teman yang lainnya yang pasti mereka juga makan dengan lahapnya.
Setelah itu kami mulai berjalan menuju tempat tujuan. Perjalanan yang jauh serta menanjak ditambah beban berat yang kami bawa, membuat kami harus beristirahat berkali-kali selama perjalanan. Namun kelelahan yang amat sangat itu terbayar karena kami berjalan bersama-sama sehingga rasa lelah tidak menjadi masalah. Selain itu pemandangan yang sangat indah membuat perjalanan menjadi sangat menyenangkan walaupun sangat melelahkan.
Setelah berjalan sangat jauh akhirnya datanglah salah satu panitia assafinah fun trip dengan mengedarai sepeda motor. Lega rasanya karena barang-barang yang sangat memberatkan dibawa satu persatu menggunakan motor dan akhirnya kamipun tiba di tempat perkemahan. Kamipun beristirahat sejenak sambil menunggu panitia yang belum tiba disana. Ternyata semua panitia yang berangkat naik motor kesasar sewaktu dalam perjalanan. Sungguh mengherankan dan menggelikan memang. Panitia yang sudah pernah survey di lokasi tersebut dan seharusnya tiba duluan sebelum para peserta datang malah kesasar.
Setelah beristirahat beberapa menit kamipun segera mendirikan tenda. Kami membuat dua tenda. Tenda pertama ditempati oleh anak-anak 2008 sedangkan tenda kedua ditempati anak-anak 2007 dan 2006. Setelah tenda berdiri kami melakukan sholat berjamaah, setelah itu kami masak menggunkan peralatan dan bekal yang kami bawa.
Materi pertamapun kami terima dari seorang mahasiswa UB jurusan Ilmu computer yang sengaja diundang untuk mengisi materi. Mahasiswa angkatan 2005 itu memberikan materi tentang peran pemuda dalam pembentukan suatu peradaban. Menarik sekali apa yang disampaikan oleh beliau. Kamipun terkejut saat beliau berkata kalau beliau sudah berkeluarga.
Malampun tiba. Udara yang sangat dingin berhembus. Walaupun kami sudah memakai jaket namun kami tetap merasa kedinginan. Mungkin suhu saat itu sekitar 18 derajat celicius.
Materi kedua kami dapat setelah malaksanakan sholat isya’ yang disampaikan oleh mahasiswa UB jurusan sastra inggris. Mahasiswa yang juga angkatan 2005 inipun memberikan materi tentang manajemen organisasi. Materi berakhir sekitar jam 21.12.
Kamipun segera menuju tenda dan tidur. Kami bergantian berjaga dan untuk shift pertama yang jaga adalah zendi dan pondra. Merekapun berjaga sambil memasak berbagai macam makanan. Shift kedua dijaga oleh afif, erik dan ayik. Namun si pondra dan zendi tidak tidur melainkan ikut berjaga sambil kembali membuat beraneka ragam makanan. Baru setelah saat aku dan deny yaitu pada saat shift ketiga berjaga si pondra dan zendi tidur. Saat aku bejaga denga deni ternyata ayik juga ikut berjaga. Kami bertigapun bercerita tentang berbagai macam hal mulai dari dunia islam, keajaiban al-qur’an, pesona alam semesta, membedah berbagai macam jenis hadist, misteri sampai dunia makanan dan game pun tak luput dari pembicaraan kami.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 02.30. Panitia membangunkan kami untuk melaksanakan materi ketiga yaitu operasi militer. Kami dibagi menjadi tiga kelompok dan tiap kelompok harus menuju ke tiga pos yang sudah disiapkan untuk menerima materi. Medan yang berat, suasana yang gelap gulita serta penerangan yang tidak memadai membuat kami berkali-kali terpeleset terutama saat menuju ke pos dua yang berada diatas bukit.
Adzan shubuh berkumandang, kamipun segera sholat berjamaah. Setelah itu kami melakukan muhasabah/perenungan terhadap perbuatan yang telah kai lakukan selama ini, Ditengah-tengah suasana perenungan yang sunyi, haru, dan penuh kekusyukan itu salah seorang dari peserta kentut dengan suara kentut yang mendayu-dayu. Tak khayal suasana pun berubah drastis. Kamipun berusaha menahan tawa dan terus melanjutkan muhasabah namun ada juga yang tidak bisa menahan tawa sehingga suara tawa yang ditahannya itu tedengar. Hal itu memancing peserta lainnya sehingga banyak yang tidak bisa menahan tawa termasuk saya. Suara tawa yang kami tahanpun terdengar .
Pagi telah menyapa, kamipun segera melanjutkan acara selanjutnya yaitu outbound. Kegiatan ini diisi oleh berbagai macam game. Setelah itu kami bermain disungai. Sungai dengan arus yang cukup deras Karena terdapat banyak bebatuan disana. Tak sedikit juga dari panitia maupun peserta yang ada mandi disungai tersebut. Setelah itu kami kembali ke tenda dan bersiap-siap untuk perjalanan pulang.
Hal yang lucu dan menarik diperlihatkan oleh salah seorang peserta muqoyam, sebut saja bunga. Diawal kegiatan telah dijelaskan peraturan yang harus dan dilarang untuk dikerjakan selama kegiatan muqoyam berlangsung. Apabila dilanggar maka sebagai hukumannya harus push up sebanyak lima kali. Salah satu peraturannya adalah tidak boleh berkata kotor. Nah, si bunga ini berkali-kali kelepasan berbicara kotor. Mungkin sudah kebiasaannya sehingga dia sering menyisipkan kata-kata kotor saat bicara. Lucu memang melihatnya, dia push up banyak sekali mungkin lebih dari lima puluh kali.
Setelah semua dibersihkan dan dibereskan, kamipun bersiap untuk melakukan perjalanan pulang. Tak seperti saat berangkat, perjalanan pulang tersa lebih cepat dan tidak melelahkan. Mungkin karena beban yang sudah banyak berkurang. Kamipun tiba di stasiun gubeng Surabaya sekitar pukul 15.30 kemudian kamipun pulang kerumah ataupun ke kos masing-masing
by. satria
Read More..
Selasa, 16 Juni 2009
Jalan yang kutempuh
Berbeda dengan mahasiswa yang lain yang umumnya mencari tempat kos disekitar kampus, aku justru memilih kos yang tempatnya cukup jauh dari kampus. Tepatnya di daerah ngagel yang kira-kira memerlukan waktu 15 menit untuk mencapai kampus bila menggunakan sepeda motor. Banyak sekali taman-temanku yang heran kenapa aku kos di tempat yang jauh dari kampus.
Sebenarnya tempatku kos sekarang adalah rumahnya seorang mahasiswa Teknik lingkungan yang tidak lain adalah temanku sendiri. Sudah sejak SD aku kenal dia. Bahkan aku selalu satu sekolah dengan dia sampai SMA. Malahan sekarang aku tinggal serumah dengan dia dan menuntut ilmu di perguruan tinggi yang sama pula.
Walaupun tempatnya jauh dari kampus, aku sangat senang tinggal ditempat itu. Selain kerena mendapat fasilitas yang super lengkap dengan biaya yang murah, Pemilik kos ini yang tidak lain adalah orang tua dari temanku sendiri sangat baik terhadapku. Aku merasa mereka sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Mereka jugalah yang dulunya menyuruh aku untuk tetap tinggal ditempat itu menemani anaknya. Itulah mungkin kenapa aku tetap tinggal disitu padahal dulunya aku sempat berpikir untuk pindah ke tempat yang dekat dengan kampus.
Memang berat jika tiap hari harus naik angkot untuk pergi dan pulang dari kampus. Selain mengeluarkan ongkos, aku harus berjalan cukup jauh untuk pergi ke tempat pemberhentian angkot. Begitu juga saat tiba di gerbang kampus, aku harus berjalan cukup jauh untuk mencapai jurusanku Teknik Perkapalan. Alhamdulillah aku mempunyai teman-teman yang baik yang bersedia mengantarku pulang setelah pulang kuliah. Begitu juga saat berangkat, aku sekarang tidak khawatir harus naik angkot lagi karena ada teman sejurusanku yang kos ditempat itu juga. Jadi setiap berangkat kuliah aku biasa bareng dia karena dia memiliki sepeda motor. Namun karena kegiatan yang berbeda, tidak jarang aku pergi dan pulang naik angkot sendirian.
Aku baru sadar bahwa dengan tempat tinggal yang jauh dan harus susah payah jika ingin pergi maupun pulang dari kampus, Allah SWT sangat sayang padaku. Aku merasa begitu sejak teringat tentang sabda Rasullah SAW
Ibnu Mas'ud mengatakan : "Barang siapa mau bertemu dengan Allah SWT dihari akhir nanti dalam keadaan muslim, maka hendaklah memelihara semua shalat yang diserukan-Nya. Allah SWT telah menetapkan jalan-jalan hidayah kepada para Nabi dan shalat termasuk salah satu jalan hidayah. Jika kalian shalat dirumah maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan kalian akan sesat. Setiap Lelaki yang bersuci dengan baik, kemudian menuju masjid, maka Allah SWT menulis setiap langkahnya satu kebaikan, mengangkatnya satu derajat, dan menghapus satu kejahatannya. Engkau telah melihat dikalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan shalat (berjamaah), kecuali orang munafik yang sudah nyata nifaknya. Pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan shaf." (HR.Muslim).
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang pergi menuju masjid untuk shalat berjama’ah, maka satu langkah akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis sebagai satu kebajikan untuknya, baik ketika pergi maupun pulangnya.” (HR. Ahmad, hadits ini shahih).
Aku sangat senang begitu teringat hadist tersebut. Berapa banyak pahala yang aku peroleh jika aku wudhu dirumah kemudian berangkat ke kampus untuk mendirikan sholat disana. Berapa banyak dosa yang dihapus dikarenakan banyaknya langkah yang aku tempuh. Sedangkan untuk mancapai kampus aku harus berjalan kurang lebih 7 menit sampai ketempat pemberhentian angkot. Setelah itu aku harus berjalan kurang lebih 8 menit untuk mencapai masjid ITS setelah turun dari angkot.
By. Satria
Read More..
