Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Agustus 2009

Fenomena sholat di berbagai negara

Islam merupakan agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk bumi. Mungkin kita hanya tau bagaimana kondisi islam di negeri kita yang tercinta ini. Namun bagaimana kondisi islam di luar negeri?
Berikut ini akan saya tampilkan beberapa foto tentang bagaimana umat muslim beribadah di berbagai penjuru dunia

Di Cina

Di atas kereta



Di atap

Di sebelah taxi

Di Kapal

Di stasiun kereta

Di dalam Toko

Di Taman

Di tengah danau

Di Jalan

Di tempat parkir

Di alun-alun

Di tepi danau

Subhanallah....

Coba anda bandingkan dengan keadaan dinegeri kita yang tercinta..

Read More..

Rabu, 10 Juni 2009

Tips Bangun Malam

        Dalam pembahasan sebelumnya telah saya jelaskan tentang apa itu sholat tahajud dengan berbagai penjelasannya mulai dari kapan waktu untuk mengerjakannnya sampai keutamaannya. Nah untuk itu perlu adanya suatu cara yang dapat membantu untuk mengerjakan hal tersebut. Itulah sebabnya saya ingin berbagi bagaimana tips agar bisa bangun malam. Karena kalau tidak bisa bangun, bagaimana mungkin kita mengerjakan sholat tahajud?!benar kan?!

        Kebanyakan orang tidak mengerjakan sholat tahajud penyebabnya adalah: malas, lebih memilih tidur dari pada sholat, dan tidak bisa bangun. Itu memang wajar karena sholat tahajud memang berat untuk dilakukan apalagi bagi orang yang imannya kurang. Ditambah lagi godaan syaitan yang menambah beratnya untuk mengerjakan sholat tahajud.

Rosulullah SAW bersabda: “Ketika salah seorang dari kalian sedang tidur, maka setan mengikatkan tiga ikatan ditengkuk kepalanya. Untuk setiap ikatan dia menyegel dengan perkataan: kamu masih memiliki malam yang panjang, maka teruslah tidur! Jika dia tetap bangun dan menyebut nama Allah, maka satu ikatan terlepas. Jika dia mengambil air wudhu, maka satu ikatan terlepas lagi dan jika ia mengerjakan sholat maka satu ikatan terlepas lagi dan dia menjadi orang yang rajin dan baik jiwanya. Tetapi jika tidak maka jiwanya akan jelek dan dia akan malas”. (HR. Bukhari-Muslim)
Berikut ini adalah beberapa tips agar bisa bangun malam:

1. Memiliki niat yang kuat untuk bangun malam

         Teknik ini ternyata cukup ampuh, saya biasa menggunakan teknik ini agar bisa bangun malam. bagaimana caranya??
Memang susah untuk dijelaskan. Ketika saya mau tidur saya berniat dengan sungguh-sungguh agar bisa bangun malam pada jam tertentu dan ternyata saya bangun pada jam itu. Mungkin anda juga pernah mengalaminya ketika suatu hari anda ingin bangun malam agar bisa mengerjakan sholat malam ataupun ingin menonton siaran bola di TV dan ternyata anda bisa bangun pada jam itu. Mengapa bisa demikian??
Saya masih ingat penjelasan guru biologi saya sewaktu sma dulu yang mungkin berkaitan dengan hal ini. Guru saya pernah menjelaskan tentang asam lambung yang akan keluar apabila kita makan sesuatu. Asam lambung ini berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk kedalam lambung. Namun demikian asam lambung dapat keluar secara otomatis apabila kita terbiasa makan dalan jam yang sama. Misalnya kita terbiasa makan pada saat jam satu siang, maka secara otomatis asam lambung akan keluar pada jam itu walaupun kita sedang tidak makan. Hal ini akan berbahaya apabila asam lambung keluar sementara tidak ada makanan yang dicerna dalam lambung karena hal ini bisa merusak lambung. Nah anehnya saat kita berpuasa dengan niat sebelumnya, maka asam lambung tidak keluar pada jam 1 yang biasanya asam lambung akan keluar pada jam itu. Sebenarnya niat yang kuat merupakan suatu hal semacam perintah ke otak sehingga otak akan mengirimkan perintah keseluruh tubuh agar melaksanakan perintah tersebut. Begitu juga dengan bangun pada malam hari.

         Dalam dunia psikologi pun hal ini bisa dijelaskan lewat suatu konsep yang dinamakan sugesti. Sugesti itu merupakan teknik untuk menghadirkan kekuatan, ketetapan, keinginan dan kehendak yang amat kuat.Sering kita lihat dalam sulap, orang bisa melakukan hal yang luar biasa karena mendapatkan sugesti. Demikian juga sugesti yang kita berikan kepada diri sendiri sebelum tidur agar bangun pada jam tertentu. InsyaAllah anda akan bisa bangun pada malam hari.

2. Menggunakan Pengingat (alarm)

         Jika cara pertama belum berhasil, maka ini bisa menjadi solusi agar bisa bangun pada malam hari. Pengingat bisa berupa hp ataupun jam. Satu catatan, jangan meletakkan jam ataupun hp dekat-dekat dengan tempat tidur anda. Jika hp atau jam itu anda letakkan disamping badan anda, atau diatas kepala anda, maka beberapa detik ketika dia berbunyi, anda terdorong untuk segera mematikannya dan anda tergoda untuk tidur kembali. Namun demikian ada juga tipe orang yang walaupun sudah menyetel pengingat pada jam tertentu tetap tidak bisa bangun walaupun pengingat sudah berdering dengan kencangnya.

3. Tahajud calling

         Ini adalah istilah yang digunakan oleh teman saya untuk menyebutkan cara ini. Caranya cukup mudah, pertama kita mengajak teman untuk melakukan cara ini, misalnya ada 5 orang. Nah dari lima orang ini siapa yang bangun terlebih dahulu membangunkan teman-teman yang lain dengan cara ditelpon ataupun dimiscall. Cara ini sering saya gunakan bersama teman saya dan terbukti cukup manjur. Namun kelemahannya cara ini apabila tidak ada yang bangun maka tidak juga ada yang membangunkan.

4. Tidak terlalu banyak makan dan minum.

5. Tidak banyak bekerja pada siang hari

         Maksudnya adalah agar badan tidak terlalu lelah. Karena semakin lelah tubuh semakin pulas tidurnya.

6. Tidak tidur larut malam

7. Tidak tidur pada siang harinya

          Hal ini akan mengakibatkan anda malamnya susah tidur sehingga anda cenderung untuk tidur larut malam.

8. Tidak melakukan dosa disiang hari

          Cara ini saya kutip dari buku misteri sholat tahajud karangan Muhammad Muhyidin. Ini adalah rahasia yang ditunjukkan oleh para arif agar anda bisa bangun untuk mendirikan sholat tahajud, yakni jangan melakukan dosa pada siang hari. Mengapa? Karena hal itu bisa membuat hati menjadi keras dan penghalang untuk dapat meraih rahmat Allah SWT.
Sufyan ats-Tsauri mengatakan: “Hanya karena satu dosa, aku kehilangan sholat malam selama lima bulan.” Ia ditanya,”apa dosa tersebut?” Ia menjawab,”Ketika aku melihat orang yang menangis, aku berkata dalam hatiku, ‘orang ini menangis karena ingin dipuji oleh orang lain.”

Itulah beberapa tips yang dapat saya berikan. Semoga dapat membantu. Selamat mencoba...

         by.Satria
Read More..

Selasa, 09 Juni 2009

Sholat tahajud

      Sholat tahajud (sholat malam) adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Banyak sekali manfaat yang akan kita peroleh karena mengerjakannya baik di dunia maupun diakherat. Namun demikian, banyak sekali orang yang meninggalkannya dikarenakan beratnya dalam melaksanakan amalan ini. Bukan berarti saya menulis artikel ini saya sudah bisa mengerjakannya. Saya juga masih sering tidak mengerjakan amalan ini. Semoga dengan menulis artikel ini dapat memberikan motivasi bagi saya maupun anda untuk dapat terus mencoba mengerjakan amalan ini sehingga nantinya mampu mengerjakannya secara istiqomah. Amin..

      Sholat tahajud dikerjakan pada malam hari setelah tidur. Jadi untuk bisa mengerjakan amalan ini harus tidur terlebih dahulu.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an : “ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79)


Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : “Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :

       Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh (sepanjang malam). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :

1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda : “Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Bersabda Rosulullah SAW : “ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat (waktu). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi : “Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758).

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :

           Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Keutamaan Shalat Tahajud :

Allah SWT berfirma: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." (az-Zariat ayat 15-18 )

Bersabda Nabi Muhammad SAW : “Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW bersabda : “Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya disiram air.” (HR Abu Daud)

Bersabda Nabi SAW : “Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)

Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :

1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :

1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

Dari Abu Umamah Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa”. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452).

Rasulullah SAW bersabda: ketika salah seorang dari kalian sedang tidur, maka setan mengikatkan tiga ikatan di tengkuk kepalanya. Untuk setiap ikatan dia menyegel dengan perkataan: kamu masih memiliki malam yang panjang, maka teruslah tidur! Jika dia tetap bangun dan menyebut nama Allah, maka satu ikatan terlepas. Jika dia mengambil air wudhu, maka satu ikatan terlepas lagi dan jika dia mengerjakan sholat maka satu ikatan terlepas lagi dan dia menjadi orang yang rajin dan jiwanya baik. Tetapi jika tidak maka jiwanya akan jelek dan dia akan malas”. (HR Bukhari-Muslim)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Umatku yang paling mulia adalah orang yang hafal al-Qur’an dan mereka mengerjakan sholat pada malam hari”. (HR.Baihaqi)

Sahl bin Sa’ad meriwayatkan: “Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah dan berkata, “Hai Muhammad, ketahuilah bahwa kemuliaan orang mukmin itu terletak pada bangun malam dan keagungannya terletak pada bahwa dia merasa cukup untuk tidak butuh pada manusia” (HR.Thabrani)

Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain. (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831)

Abu Dzar mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah pada hari yang amat panas untuk hari kebangkitan dan sholat dua rakaat dalam kegelapan malam untuk menghindari ketakutan dalam kubur”. (HR. Tirmidzi)

Abu Umamah berkata: Ditanya kepada Rosulullah, “Doa apa yang paling didengarkan?” Beliau menjawab, “Doa yang dipanjatkan pada tengah malam dan sholat fardhu”

By. Satria (diolah dari berbagai sumber)

Read More..

Kamis, 28 Mei 2009

Pentingnya sholat Jamaah

      Melihat realita yang sekarang terjadi di negeri tempat kita tercinta ini sungguh membuat saya heran. Masjid dan mushola tersebar diseluruh penjuru negeri. Bahkan dalam satu desa terdapat lebih dari 10 musholla dan 2 masjid. Namun keadaannya sungguh mengenaskan. Masjid dan mushola yang megah itu, hanya sedikit orang yang sholat didalamnya. Bahkan saya pernah menjumpai suatu mushola yang adzan, iqomah, imam dan makmum adalah orang yang sama alias yang sholat hanya seorang. Lebih dari pada itu, saya pernah menjumpai suatu mushola yang saat dhuhur dan ashar tiba tak satupun orang yang sholat didalamnya bhakan adzan pun tak terdengar dari mushola tersebut. Sungguh menyedihkan mendengarnya dimana Indonesia yang hampir 90% penduduknya adalah umat muslim. Itulah yang mendorong saya untuk menulis artikel ini. Mari kita bersama-sama untuk memakmurkan rumah-rumah Allah.

      Banyak sekali orang muslim yang mengabaikan sholat. Mereka meremehkan sholat dengan tidak melakukan sholat jamaah dan mengakhirkan waktu sholat, bahkan banyak saudara-saudara muslim kita yang meninggalkannya. Padahal sholat adalah salah satu perintah Allah yang wajib dikerjakan. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa', 4:103)


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Islam dibangun diatas lima perkara: syahadat bahwasanya tidak ada ilah yg berhak di sembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan mendirikan shalat…” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Dari ayat al-qur’an dan hadist diatas telah jelas bahwa sholat adalah hal yang wajib dan harus dilakukan oleh umat islam. Apabila ditinggalkan maka tentulah akan berdosa. Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.

"Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya." (HR. Thabrani)
"Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad." (HR. Imam Ahmad dan Baihaqi)

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya hal pertama yang akan dihisab dari perbuatan manusia pada hari kiamat kelak adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka dia akan beruntung dan selamat. Jika sholatnya rusak maka dia akan sial dan merugi. Jika dalam sholat fardhunya terdapat kekurangan maka Allah SWT akan berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku mengerjakan sholat sunnah! Maka kekurangan dalam sholat fardhunya disempurnakan dengan sholat sunnahnya. Kemudian seluruh amalnya diperlakukan seperti itu. (HR.Abu daud dan Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman." (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)

SHOLAT BERJAMAAH

 Sekarang kita bicara soal sholat berjamaah. Banyak sekali buku-buku maupun literatur yang saya baca menyebutkan tentang pentingnya sholat berjamaah. Bahkan tidak sedikit yang menyatakan tantang wajibnya sholat jamaah.
Allah SWT berfirman : "Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."(Al Baqarah : 43).

Dan dalam surat An- Nisa' Allah berfirman yang artinya : "Dan apabila kamu berada ditengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serekat), maka hendaklah mereka dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan kedua yang belum shalat, lalu bershalatlah mereka denganmu dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata…" (An Nisa' 102).

Dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: "Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi dan berkata: "Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai penuntun yang akan menuntunku ke Masjid”. Maka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata: "Apakah kamu mendengar adzan ? Ya,jawabnya. Nabi berkata :"Kalau begitu penuhilah (hadirilah)!"

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihiwassallam telah bersabda : "Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat. Maka aku perintahkan seorang untuk menjadi imam dan shalat bersama. Kemudian aku berangkat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak mau ikut shalat berjamaah, akan aku bakar rumah-rumah mereka." (HR Bukhari-Muslim)

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata : "Tidak ada tetangga masjid kecuali shalat di masjid." Ketika ditanyakan kepada beliau : "Siapa tetangga masjid ?" Beliau menjawab : "Siapa saja yang mendengar panggilan adzan." Kemudian kata beliau : "Barangsiapa mendengar panggilan adzan dan dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya, kecuali dia mempunyai udzur.”

 Ayat al Qur’an dan hadits diatas adalah merupakan dalil-dalil yang menjelaskan tentang wajibnya sholat jamaah yang merupakan dasar-dasar penulisan buku maupun literature yang pernah saya baca. Dan masih banyak lagi hadits yang menerangkan peringatan keras Rasulullah terhadap orang-orang yang tidak hadir ke masjid untuk berjamaah bukan semata-mata karena mereka meninggalkan shalat, bahkan mereka shalat di rumah-rumah mereka.

KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAH

 Terlepas dari wajib tidaknya sholat jamaah, berikut ini akan saya jelaskan tentang keutamaan sholat jamaah. Sungguh rugi orang-orang yang tidak mengerjakan sholat jamaah tanpa udzur karena mereka telah melewatkan pahala-pahala yang telah disiapkan oleh Allah untuk hamba-hambanya yang mengerjakan sholat jamaah. Berikut adalah beberapa keutamaan sholat jamaah:

1.Termasuk golongan orang-orang yang mendapat naungan dari Allah pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya
Dari sahabat Abu Hurairah radhiallah anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Rabb-nya, seseorang yang hatinya bergantung di masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah berkumpul dan berpisah karena-Nya, seseorang yang dinginkan (berzina) oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, maka ia mengatakan,’ Sesungguhnya aku takut kepada Allah’,seseorang yang bersadaqah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di nafkahkan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sepi (sendiri) lalu kedua matanya berlinang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dicatatnya langkah-langkah kaki menuju masjid.
Ibnu Mas'ud mengatakan : "Barang siapa mau bertemu dengan Allah SWT dihari akhir nanti dalam keadaan muslim, maka hendaklah memelihara semua shalat yang diserukan-Nya. Allah SWT telah menetapkan jalan-jalan hidayah kepada para Nabi dan shalat termasuk salah satu jalan hidayah. Jika kalian shalat dirumah maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan kalian akan sesat. Setiap Lelaki yang bersuci dengan baik, kemudian menuju masjid, maka Allah SWT menulis setiap langkahnya satu kebaikan, mengangkatnya satu derajat, dan menghapus satu kejahatannya. Engkau telah melihat dikalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan shalat (berjamaah), kecuali orang munafik yang sudah nyata nifaknya. Pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan shaf." (HR.Muslim).

3. Para Malaikat yang mulia saling berebut untuk mencatatnya.
Imam at Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhuma, ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda “Tadi malan Rabb-ku tabaarakta wata’aala, mendatangiku dalam rupa yang paling indah.”(Perawi mengatakan,’Aku menduganya mengatakan,’Dalam mimpi.’). Lalu Dia berfirman, “Wahai Muhammad! Tahukah engkau, untuk apa para Malaikat yang mulia saling berebut?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam berkata:”Aku menjawab,’Tidak’. Lalu Dia meletakkan Tangan-Nya di antara kedua pundakku sehingga aku merasakan kesejukannya di dadaku (atau beliau mengatakan,’Di leherku’). Lalu aku mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.”Dia berfirman,”Wahai Muhammad!Tahukah engkau untuk apa para Malaikat yang mulia saling berebut?” Aku menjawab,”Ya, tentang kaffarat (perkara-perkara yang menghapuskan dosa). Kaffarat itu adalah diam di masjid setelah melaksanakan shalat, berjalan kaki untuk melaksanakan shalat berjama’ah, dan menyempurnakan wudhu pada saat yang tidak disukai.” (HR. Tirmidzi, hadits ini shahih).

4. Pahala orang yang keluar dalam keadaan suci (telah berwudhu) untuk melaksanakan shalat berjama’ah seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan umrah.
Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan , dari sahabat Abu Umamah radhiallahu anhu. Ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya menuju masjid dalam keadaan bersuci (telah berwudhu’) untuk melaksanakan shalat fardhu (berjama’ah), maka pahalanya seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan ihram.” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al Albani).
Sedemikian besarnya pahala orang yang keluar untuk menunaikan shalat berjama’ah , maka sekarang coba bayangkan bagaimana pahala melakukan shalat berjama’ah.

5. Orang yang keluar untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam shalat hingga kembali ke rumah.
Imam Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia mengatakan,”Abul Qasim Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian berwudhu’ di rumahnya, kemudian datang ke masjid, maka ia berada dalam shalat hingga ia kembali. Oleh karenanya, jangan mengatakan demikian-seraya menjaringkan diantara jari-jemarinya-.” (HR. Ibnu Khuzaimah, di shahihkan oleh Syaikh al Albani)

6. Berjalan menuju shalar berjama’ah termasuk salah satu sebab dihapuskannya kesalahan-kesalahan dan ditinggikannya derajat.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang perkara yang akan menghapuskan kesalahan-kesalahan dan juga mengangkat beberapa derajat?” Para sahabat menjawab,”Tentu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,”Menyempurnakan wudhu’ pada saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid-masjid, dan menunggu shalat setelah melaksanakan shalat. Maka, itulah ar-tibath (berjuang di jalan Allah).” (HR. Muslim)
Keutamaan ini juga berlaku untuk seseorang yang melangkah keluar dari masjid, Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma, ia mengatakan,”Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa yang pergi menuju masjid untuk shalat berjama’ah, maka satu langkah akan menghapuskan satu kesalahan dan satu langkah lainnya akan ditulis sebagai satu kebajikan untuknya, baik ketika pergi maupun pulangnya.” (HR. Ahmad, hadits ini shahih).

7. Orang yang keluar (menuju masjid) untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah Ta’ala
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjelaskan bahwa orang yang keluar menuju shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah Ta’ala. Imam Abu Dawud rahimahullah meriwayatkan dari Abu Umamah radhiallahu anhu, dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda: “Ada tiga golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala, yaitu orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah, kemudian orang yang pergi ke masjid, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala, dan orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia dijamin oleh Allah.” (HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh syaikh al Albani)

8. Kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) dengan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.
Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad as Sa’di radhiallahu anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Hendaklah orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid bergembira dengan (mendapatkan) cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR.Ibnu Majah, syaikh al Albani menilainya shahih)
Ath Thayyibi rahimahullah mengatakan,” Tentang disifatinya cahaya dengan kesempurnaan dan pembatasannya dengan (terjadinya di) hari Kiamat, mengisyaratkan kepada wajah kaum mukminin pada hari Kiamat, sebagaimana dalam firman Allah: “Sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan,’Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami.’” (QS. At Tahriim:8) (dinukil dari ‘Aunul Ma’buud II/268)

9. Allah menyiapkan persinggahan di Surga bagi siapa yang pergi menuju masjid atau pulang (darinya).
Di riwayatkan dari asy Syaikhan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang pergi ke masjid dan pulang (darinya), maka Allah menyiapkan untuknya persinggahan di Surga setiap kali pergi dan pulang.” (Muttafaq ‘alaih, lafazh ini milik Bukhari)

10. Orang Yang Datang ke Masjid adalah Tamu Allah Ta’ala
Di antara apa yang menunjukkan keutamaan shalat berjama’ah di masjid adalah apa yang dijelaskan oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa orang yang datang ke masjid adalah tamu Allah Ta’ala, dan yang dikunjungi wajib memuliakan tamunya. Imam ath Thabrani meriwayatkan dari Salman radhiallahu anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu’ di rumahnya dengan sempurna kemudian mendatangi masjid, maka ia adalah tamu Allah, dan siapa yang di kunjunginya wajib memuliakan tamunya.” (HR. ath Thabrani)

11. Allah Ta’ala Bergembira dengan Kedatangan Hamba-Nya ke Masjid untuk Melaksanakan Shalat Berjama’ah
Imam Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dari Abu Hurairah radiallahu anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu’ dengan baik dan sempurna kemudian mendatangi masjid, ia tidak menginginkan kecuali shalat di dalamnya, melainkan Allah bergembira kepadanya sebagaimana keluarga orang yang pergi jauh bergembira dengan kedatangannya.” (HR.Ibnu Khuzaimah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

12. Keutamaan Menunggu Shalat
Orang yang duduk menunggu shalat, maka ia berada dalam shalat dan Malaikat memohonkan ampunan serta memohonkan rahmat untuknya. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Salah seorang dari kalian duduk untuk menunggu shalat, maka ia berada dalam shalat selagi belum berhadats, dan para Malaikat berdo’a untuknya:’Ya Allah! Berikanlah ampunan kepadanya, ya Allah! Rahmatilah ia.” (HR. Muslim)

 Itulah beberapa keutamaan sholat berjamaah. Semoga ini bisa menjadi motivasi untuk beristiqomah dalam melaksanakan sholat jamaah.

By. Satria (diolah dari berbagai sumber)
Read More..

Senin, 18 Mei 2009

Wudhu yang benar

      Sampai saat ini masih banyak ditemukan kesalahan-kesalahan dalam wudhu. Khususnya masyarakat awam yang baru mengerti soal agama. Mulai dari tidak berurutan ketika wudhu, tergesa-gesa sehingga ada bagian yang belum terbasuh oleh air wudhu dan sebagainya. Padahal wudhu adalah hal yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh setiap muslim. Tidak sahnya wudhu dapat menyebabkan sholat menjadi tidak sah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak diterima sholat yang dilakukan tanpa wudhu dan tidak diterima shodaqoh yang berasal dari harta yang didapat secara tidak halal.” (HR. Muslim)

      Wudhu merupakan suatu hal yang disyariatkan oleh Allah SWT kepada hamba-hambanya untuk melakukannya sebelum melakukan sholat. Di dalam al qur’an Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6). Selain itu Rosullulah SAW juga memerintahkan umatnya untuk berwudhu sebelum melakukan sholat. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. ia berkata : Rosulullah SAW bersbda,” Sesungguhnya aku diperintahkan untuk berwudhu apabila hendak mengerjakan sholat.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’I dengan derajat shahih).

Dalam hadistnya yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. ia berkata : Rosulullah SAW bersabda,” Tidak diterima sholat salah seorang dari kalian apabila ia berhadast, hingga ia berwudhu.”

Syarat-syarat Wudhu

1.Islam

2.Baligh

3.Berakal

4.Niat
Rosulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanyalah mendapatkan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu orang yang berwudhu (secara kasat mata melakukan gerakan-gerakan seperti orang yang berwudhu) akan tetapi niatnya hanya sekedar untuk mendinginkan badan ataupun mencuci muka tanpa diniati untuk melaksanakan perintah Allah dan Rosul-Nya dalam berwudhu serta menghilangkan hadast, maka wudhunya tidak sah.

5.Menggunakan air yang suci
Air dikatakan suci manakala tidak tercampur oleh zat / barang yang najis sehingga menjadi berubah salah satu dari tiga sifat, yaitu bau, rasa dan warnanya.

Rukun-Rukun Wudhu
 
1.Membasuh seluruh wajah
Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu.” (QS. Al-Maidah: 6)
Termasuk salah satu kewajiban dalam wudhu adalah menyela-nyela jenggot bagi yang memiliki jenggot yang lebat berdasarkan hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya apabila Rasulullah SAW berwudhu, beliau mengambil setelapak air kemudian memasukkannya ke bawah dagunya selanjutnya menyela-nyela jenggotnya. Kemudian bersabda, “Demikianlah Rabbku memerintahkanku.” (HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi, Al-Hakim dengan sanad shahih lighoirihi).

2. Membasuh kedua tangan hingga siku
Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan juga tanganmu sampai dengan siku.” (QS. Al-Maidah: 6)

3. Mengusap kepala serta kedua telinga
Yang dimaksud dengan mengusap kepala adalah mengusap seluruh bagian kepala mulai dari depan hingga belakang. Adapun apabila seseorang mengenakan sorban, maka cukup baginya untuk mengusap rambut di bagian ubun-ubunnya kemudian mengusap sorbannya. Demikian pula bagi wanita yang mengenakan kerudung. Allah berfirman yang artinya, “… dan usaplah kepalamu.” (QS. Al-Maidah: 6).

Adapun mengusap kedua telinga hukumnya juga wajib karena termasuk bagian dari kepala. Nabi SAW bersabda, “Kedua telinga termasuk kepala.” (HR. Ibnu Majah, shahih). Mengusap kedua telinga ini dilakukan setelah mengusap kepala dengan tanpa mengambil air yang baru. Tapi menurut mahzab syafi’I boleh mengusap telinga dengan mengambil air yang baru.

4. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
Dalam membasuh kaki, mata kaki juga merupakan bagian yang harus dibasuh. Sedangkan menyela-nyela jari kaki hendaknya dilakukan karena dikhawatirkan ada bagian kaki yang tidak terbasuh oleh air sehingga wudhunya tidak sah. Allah berfirman yang artinya,” dan (cucilah) kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

5. Berurutan (Muwalat)
Muwalat adalah berturut-turut dalam membasuh anggota wudhu. Maksudnya adalah sebelum anggota tubuh yang dibasuhnya mengering, ia telah membasuh anggota tubuh yang lainnya. Dalilnya adalah hadits Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seorang laki-laki yang berwudhu dan meninggalkan bagian sebesar kuku pada kakinya yang belum tercuci. Ketika nabi SAW melihatnya maka beliau bersabda, “Kembalilah dan perbaikilah wudhumu!” (HR. Muslim). Dalam suatu riwayat dari sebagian sahabat Nabi SAW, “Bahwasanya Nabi melihat seseorang sedang shalat, sementara di bagian atas kakinya terdapat bagian yang belum terkena air sebesar dirham. Maka Nabi memerintahkannya untuk mengulangi wudhu dan shalatnya.” (HR. Abu dawud, shahih).

Sunnah-sunnah Wudhu

Sunnah-sunnah wudhu adalah hal-hal yang menyempurnakan wudhu. Di dalamnya terdapat tambahan pahala. Adapun jika hal-hal tersebut ditinggalkan, wudhunya tetap sah. Di antara sunnah-sunnah wudhu adalah:

1. Bersiwak

Bersiwak adalah menggunakan kayu siwak atau sejenisnya pada gigi untuk membersihkan gigi. Bersiwak ini sangat dianjurkan tatkala hendak berwudhu berdasarkan sabda Nabi SAW, “Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya telah kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Ahmad, dalam Shohihul jami’)


2. Mencuci kedua telapak tangan

Yang dimaksud adalah mencuci kedua telapak tangan sebelum wudhu ketika hendak mencuci wajah. Hal ini dilakukan masing-masing sebanyak tiga kali berdasarkan hadits Utsman tentang sifat (cara) wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “…lalu beliau menuangkan (air) di atas telapak tangannya tiga kali kemudian mencucinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Madhmadhoh (berkumur-kumr) dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dari satu telapak tangan sebanyak tiga kali.

Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu yang mengajarkan tentang sifat wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ” Bahwasanya beliau berkumur-kumur dan istinsyaq dari satu telapak tangan. Beliau melakukan hal itu sebanyak tiga kali.” (HR. Muslim). Termasuk sunnah dalam wudhu adalah bersungguh-sungguh tatkala beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), kecuali bagi orang yang bepuasa. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bersungguh-sunguhlah dalam beristinsyaq, kecuali kamu dalam keadaan berpuasa. (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dengan sanad yang shahih).

4. Tayamun

Yang dimaksud dengan tayamun adalah mencuci anggota wudhu dengan memulainya dari bagian anggota wudhu yang kanan dulu kemudian ke bagian yang kiri pada saat mencuci kedua tangan atau kaki. Dalilnya adalah perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu tatkala menceritakan sifat wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “…Kemudian beliau mengambil seciduk air lalu mencuci tangan kanannya, kemudian mengambil seciduk air lalu mencuci tangan kirinya. Kemudian beliau mengusap kepalanya. Selanjutnya beliau mengambil seciduk air lalu menyiramkannya pada kaki kanannya hingga mencucinya. Kemudian beliau mengambil seciduk air lagi lalu mencuci kaki kirinya.” (HR. Bukhari)

5. Mencuci anggota-anggota wudhu sebanyak tiga kali.

Hali ini merupakan cara wudhu yang paling sempurna berdasarkan hadits A’robi (arab badui) tatkala ia bertanya kepada Nabi SAW tentang wudhu, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarinya tiga kali-tiga kali. Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Inilah cara berwudhu...” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad, shohih). Juga berdasarkan hadits Utsman r.a yang suatu ketika memperlihatkan cara wudhu Nabi SAW. Utsman radhiyallahu ‘anhu berwudhu tiga kali tiga kali kemudian berkata, “Aku melihat Nabi berwudhu seperti wudhuku ini…” (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun berwudhu sekali-sekali ataupun dua kali dua kali, ini pun juga diperbolehkan karena Nabi SAW juga pernah melakukannya.

6. Berdoa setelah wudhu

Berdoa setelah wudhu merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan, berdasarkan hadits dari Umar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dengan sempurna, kemudian mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna muhammdan abduhu wa rosuluhu‘ kecuali dibukakan baginya delapan pintu surga dan ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia suka.” (HR. Muslim). Di dalam lafadz Tirmidzi ada tambahan bacaan, “Allahumma ijnalni minattawwabiin wa ij’alni minal mutathohhiriin.” (HR. Tirmidzi, shahih)

7. Shalat dua rakaat setelah wudhu

Tatkala Utsman r.a selesai mempraktekkan cara wudhu Nabi SAW beliau berkata, “Aku melihat Nabi SAW berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, ‘Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat dengan penuh kekhusyukan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan pada saat berwudhu diantaranya:

1.Melafazhkan niat
Kebiasaan salah yang sering dilakukan kaum muslimin ini bukan hanya dalam masalah wudhu saja, bahkan dalam berbagai macam ibadah. Rosulullah tidak pernah melafazhkan niat ketika berwudhu sedangkan orang yang mengamalkan perkara ibadah yang tidak pernah ada contohnya dari Rosulullah maka amalan itu tertolak.

2. Membaca doa-doa khusus dalam setiap gerakan wudhu seperti doa membasuh muka, do’a membasuh kepala dan lain-lain. Tidak ada riwayat yang shahih yang menjelaskan hal-hal tersebut

3. Tidak membaca “basmallah” padahal Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna wudhu’ sesorang yang tidak membaca basmallah.” (HR. Ahmad)

4. Hanya berkumur tanpa istinsyaq (memasukkan air ke hidung). Adapun yang sesuai sunnah adalah menyatukan antara berkumur-kumur dangan beristinsyaq dengan satu kali cidukan berdasarkan hadits Utsman bin Affan r.a tentang tata cara berwudhu Nabi SAW. (HR. Bukhari, Muslim)

5. Tidak membasuh kedua tangan sampai siku, hal ini sering kita lihat pada orang yang berwudhu cepat bagaikan kilat sehingga tidak memperhatikan bahwa sikunya tidak terbasuh. Padahal Alloh Ta’ala berfirman, “Dan basuhlah kedua tanganmu hingga kedua siku.” (Al Maaidah: 6)

7. Tidak memperhatikan kebagusan wudhunya sehingga terkadang ada anggota wudhunya yang seharusnya terbasuh tetapi belum terkena air. Rosulullah pernah melihat seorang yang sedang sholat sedangkan pada punggung telapak kakinya ada bagian seluas uang dirham yang belum terkena air, kemudian beliau memerintahkannya untuk mengulang wudhu dan sholatnya.

Hal-hal yang membatalkan wudhu

1.Keluarnya sesuatu melewati dubur maupun kemaluan. Maka segala sesuatu yang keluar dari dua jalan ini membatalkan wudhu, baik berupa air kencing, kentut, madzi, mani, kotoran. Apabila keluarnya mani disertai syahwat maka diwajibkan untuk mandi, jika yang keluar adalah madzi maka diwajibkan untuk mencuci kemaluan kemudian berwudhu.

2.Tidur lelap
Orang yang tidur tidak akan merasakan apa-apa bila ia berhadast (buang angin misalnya).

3.Menyentuh kemaluan
Orang yang menyentuh kemaluan tanpa hijab baik itu kemaluannya sendiri maupun orang lain maka wudhunya batal. Rosulullah SAW bersabda,”Barang siapa yang dengan sengaja menyentuh kemaluannya maka ia hendaklah berwudhu kembali”.(HR. Al-Hakim). Sabda Beliau lagi dari Bushrah bin Safwan radhiyallhu anhu :''Barangsiapa telah menyentuh dzakaya dengan sengaja maka hendaklah ia tidak mengerjakan shalat sehingga berwudhu kembali'' (HR.Imam yang lima dan di shahihkan oleh Imam Tirmidzi)

4.Memakan daging unta
Diriwayatkan secara shahih dalam hadits Jabir bin Samurah bahwa Rasulullah pernah ditanya, ''Apakah kami harus berwudhu dari daging kambing?'' Beliau menjawab,''JIka engkau mau''. Lalu beliau ditanya lagi,''Apakah kami harus berwudhu dari daging unta?'' Beliau menjawab, ''Ya''.(HR. Muslim).

By Satria (diolah dari berbagai sumber)
Read More..